Berita Terbaru!! :

Berita Terbaru

Inilah Pedoman Penyelenggaraan Bidikmisi 2015

Admin by Unknown on Saturday, 28 February 2015 | 13:08

Laman resmi Ditjen Dikti yang memuat pedoman penyelenggaraan Bidikmisi 2015.
(int)
PROFESI-UNM.COM - Sejak tahun 2010 yang lalu, Pemerintah Republik Indonesia (RI) telah meluncurkan terobosan baru di dalam dunia pendidikan untuk membantu masyarakat agar bisa mengenyam dunia pendidikan yakni dengan bantuan beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi). Untuk mengetahui alur serta petunjuk pendaftaran Bidikmisi ini, Ditjen Dikti melayangkan pedoman penyelengaraan Bidikmisi di laman dikti.go.id, berikut pedomannya.

Perguruan tinggi penyelenggara program Bidikmisi adalah perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama. Pada tahun 2011 mahasiswa baru penerima Bidikmisi bertambah sebanyak 30.000 di 117 perguruan tinggi negeri dan pada tahun 2012 bertambah lagi sebanyak 42.000 mahasiswa termasuk 2.000 mahasiswa perguruan tinggi swasta. Sedangkan pada tahun 2013 sebanyak 61.000 mahasiswa termasuk 8.000 untuk perguruan tinggi swasta, dan tahun 2014 sebanyak 63.070 mahasiswa (58.000 untuk PTN dan 5070 untuk PTS).

Pada tahun 2015 akan dilanjutkan dengan menerima 60.000 calon mahasiswa penerima Bidikmisi yang diselenggarakan di 120 perguruan tinggi negeri dan beberapa perguruan tinggi swasta yang akan diseleksi melalui Kopertis dibawah Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi.

Buku pedoman Bidikmisi Tahun 2015 ini merupakan revisi dari buku pedoman Bidikmisi 2014 yang memuat hal-hal baru terkait ketentuan, mekanisme, organisasi pelaksana dan pengelolaan dana yang lebih lengkap. Dengan demikian diharapkan penyelenggaraan program terutama proses seleksi dan penyaluran bantuan biaya hidup kepada mahasiswa akan berjalan dengan lebih baik, sehingga mahasiswa dapat berprestasi serta menyelesaikan studinya dengan lancar dan tepat waktu, yang akhirnya dapat ikut andil dalam meneruskan perjuangan bangsa, memutus mata rantai kemiskinan.

Agar kualitas pelayanan sesuai dengan prinsip 3T, yaitu: Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, dan Tepat Waktu, maka para pimpinan dan atau pengelola perguruan tinggi dalam melakukan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi agar mengacu pada pedoman ini. Selain itu pedoman ini diharapkan juga dapat membantu calon mahasiswa atau mahasiswa penerima terkait dengan implementasi program Bidikmisi.

Akhirnya kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada tim penyusun dan semua pihak yang telah membantu dalam mewujudkan Buku Pedoman Bidikmisi 2015 ini. (*)

*Reporter: Kasdar Kasau

Komunitas Istana Anak Ceria Rekrut Relawan Baru

Pengurus komunitas Istana Anak Ceria (IAC)
pose bersama usai merayakan harlah ke-3 11 November 2014.
(Foto: dok.IAC)
PROFESI-UNM.COM - Salah satu komunitas peduli pendidikan Indonesia yang mayoritas beranggotakan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Istana Anak Ceria (IAC) kembali membuka pendaftaran calon volunteer/sukarelawan. Pendaftaran relawan tersebut dimulai sejak 16 Februari lalu hingga 8 Maret mendatang.

Ketua komunitas IAC, Dwiyana Maharani Arifin menerangkan, penerimaan volunteer ditujukan kepada berbagai kalangan, di antaranya mahasiswa dan pelajar. "Komunitas ini menerima siapapun yang punya keinginan untuk bersama-sama membagi ilmu dan kebahagiaan dengan adik-adik binaan komunitas," jelas mahasiswa Biologi UNM ini.

Mahasiswa angkatan 2012 ini juga mengungkapkan banyaknya antusias dari berbagai calon relawan sejak dibukanya pendaftaran. "Hingga saat ini sudah banyak teman-teman yang tertarik untuk bergabung dengan komunitas kami, bahkan di luar Pulau Sulawesi pun banyak yang ingin bergabung. Namun mengingat kami hanya berdomisili di kota Makassar sehingga yang kami terima hanya mereka yang juga berdomisili disini," bebernya.

Ia menambahkan, tiap minggunya relawan komunitas Istana Anak Ceria mengajar di sekolah ahad Desa Caranggi, Kabupaten Gowa. "Sebelum diikutkan mengajar, bagi pendaftar akan ada training volunteer di akhir Maret selama dua hari. Ada pula tahap wawancara dan kegiatan lapangan untuk mengenalkan lebih jauh mengenai komunitas ini serta pengetahuan bagaimana menjadi relawan," terangnya.

Ia pun mengharapkan, nantinya relawan yang diterima mampu menjalankan komitmen untuk ikut menjadi bagian dari kemajuan pendidikan. "Kami berharap teman-teman yang akan menjadi bagian dari kami memang punya cita-cita dan visi yang sama dengan komunitas ini" harapnya.

*Reporter: Awal Hidayat

Menristek Dikti Bakal Cabut Prodi Tak Bermutu

Muhammad Nasir.
(Foto: int)
PROFESI-UNM.COM - Seperti dilansir dari laman portal online tribun timur, Jumat (27/2). Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir menyatakan bakal mencabut izin operasional sejumlah Program Studi (Prodi) di Perguruan Tinggi (PT).

Menurut Nasir, hal ini dilaksanakan jika tidak memenuhi standar rasio antara dosen dan mahasiswa. Pihaknya bahkan menemukan PT yang memiliki rasio antara dosen dan mahasiswa yakni 1:400.

"Bayangkan jika rasionya demikian, bagaimana kuliahnya. Untuk itu, program studi yang memiliki rasio demikian, kami mulai menonaktifkan di dalam pangkalan data perguruan tingginya," katanya saat menghadiri peresmian JK Center di Fakultas Teknik Unhas, Kampus Gowa, Jumat (27/2/2015).

Mantan Rektor Universitas Diponegoro tersebut menjelaskan, Kemenristek Dikti berencana mengumumkan program-program studi yang dinilai tidak memberikan pendidikan yang bermutu karena memiliki rasio antara dosen dan mahasiswa yang tidak ideal.

Hal tersebut dilakukan agar calon mahasiswa tidak tertipu dengan pendidikan yang diberikan oleh perguruan tinggi saat mereka mendaftar. (*)

*Reporter: Kasdar Kasau

AJI dan Persma Teatrikalkan Kekerasan Terhadap Wartawan

Admin by Unknown on Monday, 29 December 2014 | 01:19

Idris, anggota AJI Makassar melakukan monolog
dengan tangan dan kaki terikat rantai.
(Foto: Febriawan-Profesi) 
PROFESI-UNM.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar menggelar aksi kekerasan terhadap wartawan di depan Menara Bosawa, Minggu (28/12) sore. Lima pers mahasiswa andil dalam kegiatan akhir tahun AJI itu. Antara lain, LPM Profesi UNM, LPMH Unhas, PK Identitas Unhas, Wasilah UIN, dan Radio Mahasiswa Mozz UVRI.

Unjuk rasa itu dikemas dalam bentuk teatrikal simbolik akibat kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap wartawan November lalu. Teatrikal itu dimulai dengan enam laki-laki membawa payung dan enam perempuan di sampingnya sambil memegang papan karton bertuliskan "Tahun Duka Jurnalis Makassar." Mereka yang seluruhnya mengenakan pakaian hitam tiba-tiba tak sadarkan diri setelah terdengarnya bunyi sirine dan tambakan.

Seorang perempuan pun tampil membawakan puisi yang menggambarkan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian. Puisi itu lalu disusul dengan monolog seorang pria yang dirantai dan meneriakkan kekecewaan terhadap aparat dan rakyat yang mengharap kepada pilar keempat demokrasi tapi tak menghargai jasanya.

Tiga perwakilan persma kemudian menyampaikan orasi. Salah satunya, Ketua Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Hukum (LPMH) Universitas Hasanuddin, Ramli, mengatakan, betapa kemerdekaan pers sekarang dan profesi jurnalis tidak harmati oleh aparat penegak hukum. "Kita lihat kasus yang terjadi baru-baru ini di kampus UNM. Jelas-jelas dengan identitas yang lengkap dengan kartu pers tetapi tetap saja dikerasi," teriaknya.

Setalah itu, Ketua AJI Makassar, Gunawan Mashar berorasi yang mengungkapkan maksud digelarnya aksi tersebut. "AJI Makassar mencatat, sepanjang tahun ini begitu banyak intimidasi dan acaman. Puncaknya adalah kekerasan yang terjadi pada bulan November. Melalui aksi ini kita berharap tahun 2015 nantinya tidak terjadi lagi hal-hal yang terjadi tahun ini. Tidak ada lagi intimidasi, tidak ada lagi kekerasan, dan tidak ada lagi ancaman," harapnya.

Terakhir, seorang lelaki tampil membawakan puisi berjudul "Burung Hering" yang menggabarkan kemarahan terhadap perlakuan yang semestinya tidak didapatkan kaum pewarta. Empat algojo mengakhiri teatrikal tersebut dengan menutupi pembawa puisi itu menggunakan kain hitam. (*)

Reporter: Maqbul Faturrahman

Mahasiswa Ini Tak Sadar Ngobrol dengan Maling

Admin by Unknown on Saturday, 20 December 2014 | 11:35

Rumah kontrakan Edi Budiantoro di Kompleks Perumahan Multi Sao Asri yang dibobol maling.
(Foto: ist)
PROFESI-UNM.COM - Salah seorang Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (KTP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tinggal di Kompleks Perumahan Multi Sao Asri Jalan Tamalate 8 Makassar, Edi Budiantoro tak sadar tengah bercerita dengan salah seorang pencuri.

Pria yang sering disapa Edi ini bercerita, saat dirinya tengah menyapu di depan rumah kontrakannya, tiba-tiba saja datang seorang lelaki misterius menanyakan penghuni yang tinggal disana. "Ada anak-anak disini namanya Ulla? ye tidak ada Awal ji orang Palopo, oh ya itu mi?," kata Edi sambil meniru gaya bicara si pencuri.

Karena di rumah kontrakannya memang ada seorang teman yang bernama Awal, tanpa basa-basi dan tanpa curiga, Edi lantas mengajak orang ini untuk menunggu di dalam rumah. "Masukki, janganki lupa kasi masukki motorta, banyak pencuri disini," ajaknya.

Ironisnya, mereka pun sempat ngobrol di dalam rumah sambil nonton televisi. Tak lama kemudian si pencuri mulai melakukan aksinya dengan modus meminta si Edi untuk beli makanan. "Oh ye bisaki beli makanan dulu. Laparki ini," beber Edi dengan gaya pencuri itu.

Ia pun dengan polosnya menerima tawaran begitu saja tanpa berpikir panjang. Momen itu pun dimamfaatkan si pencuri melancarkan aksinya. Selang beberapa menit setelah Edi kembali ke rumah kontrakannya, Netbook dua buah milik Musmuliadi dan milik Edi serta handpone android juga milik Edi lenyap dibawa kabur si pencuri.

Kini, pria kelahiran Palopo ini hanya bisa mengelus dada merelakan kehilangan file skripsi yang tersimpan di netbooknya. "Berapa bulan mi ini dikerja, baru hilangki. Tapi masih saya simpan si laptopnya teman," keluhnya.

Rumah yang terletak di Jalan Tamalate 8 itu telah mengalami tiga kali kecurian berupa barang elektronik seperti laptop dan handphone. (*)

*Reporter: Kasdar Kasau

Kemendikbud Buka Pendaftaran CPNS Bagi Lulusan SM3T

Admin by Unknown on Saturday, 6 December 2014 | 13:19

Pendaftaran CPNS. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka pendaftaran CPNS
bagi lulusan SM-3T, Sabtu (5/12).
(Foto: Febriawan - Profesi)
PROFESI-UNM.COM - Kabar kembira bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru yang telah mengikuti Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T). Pasalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) membuka kesempatan untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Dikutip dari situs resmi Kemendikbud, pendaftaran ini dikhususkan bagi lulusan PPG pasca SM-3T untuk diangkat sebagai CPNS daerah dengan jabatan tenaga fungsional guru. Mereka nantinya akan ditempatkan di salah satu dari 29 kabupaten.

"Kemendikbud membuka kesempatan kepada putra putri terbaik bangsa untuk bergabung sebagai CPNS di Kemdikbud. Sebelum memulai proses pendaftaran CPNS online, pastikan Anda sudah membaca pengumuman dan panduan yang ada," dikutip dari situs resmi Kemendikbud.

Pendaftaran dilakukan via online dengan mengunjungi situs http://cpns.kemdikbud.go.id/. Selain itu, pendaftaran ini juga dilakukan secara gratis tanpa pungutan biaya. Kemendikbud mengimbau agar pelamar tidak percaya terhadap calo yang mengaku dapat membantu meluluskan.

"PELAMAR TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN. Pelamar dimohon tidak terpancing oleh tawaran dari oknum/pihak manapun yang mengaku dapat membantu yang bersangkutan dapat diterima sebagai CPNS Kemdikbud," tertulis dalam situs resminya.

Jadwal pengumuman final direncanakan dilaksanakan pada minggu pertama bulan Januari 2015, sesuai ketetapan Kementerian PAN dan RB lebih lanjut.

*Reporter: Ari Maryadi

Berorganisasi, Bidikmisi Mahasiswa Ini Mau Dicabut

Admin by Unknown on Monday, 6 October 2014 | 00:58

Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III)
Fakultas Sastra Universitas Jember,  Wisasongko.
(Foto: Dieqy Hasbi Widhana - LPMS Ideas)
PROFESI-UNM.COM - Mahasiswa Program Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) Jurusan Sastra Indonesia, Rosy Dewi Arianti Saptoyo, mendapat intimidasi dari birokrat Fakultas Sastra Universitas Jember (FS-UJ), pada Rabu (01/10).

Dalam rilis yang diterima Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (6/10), Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III) FS-UJ, Wisasongko, mencoba mengekang Rosy lantaran terlibat di Lembaga Pers Mahasiswa Sastra (LPMS) Ideas. Selain itu, Rosy bercerita, Wisasongko mengancam mencabut beasiswa bidikmisinya secara sepihak.

"Kamu mau beasiswa saya bekukan? Nama kamu Rosy kan, jurusan Sastra Indonesia, saya bisa tulis dan saya laporkan. Jangan kira saya tidak bisa," kisah Rosy yang merasa terancam.

Wisasongko mengatakan, sebagaimana diceritakan Rosy, mahasiswa bidikmisi tak sepatutnya bergabung dalam LPMS Ideas yang kerap menerbitkan kritikan terhadap kebijakan kampus. “Kamu itu miskin, jadi nggak usah macam-macam,” lanjut Rosy menirukan Wisasongko.

Namun, Wisasongko mengelak dituduh melakukan intimidasi. Dikutip dari laman resmi LPMS Ideas, Ia mengaku hanya memberikan peringatan kepada Rosy agar memberitakan hal-hal positif. "Saya hanya minta tolong, karena dia itu mahasiswa bidikmisi. Tolonglah, kami juga dibantu karena kami memberikan bantuan," kata Wisasongko.

Menanggapi hal tersebut, Pemimpin Umum LPM Profesi UNM, Khaerul Mustaan menilai, birokrasi FS-UJ seharusnya bersikap dewasa dalam mengambil tindakan. Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, pasal 1 ayat ketiga, pers mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. "Wisasongko selaku PD III tak sepatutnya melarang kebebasan berpendapat mahasiswanya," kata mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNM ini.

Atas dasar solidaritas lembaga pers mahasiswa Indonesia, LPM Profesi UNM bersedia melakukan konsolidasi kepada seluruh lembaga pers kampus untuk menyikapi polemik ini. Khaerul juga berpandangan, prilaku birokrat kampus yang telah mengkebiri hak-hak mahasiswa, tak pantas untuk dibudidayakan. "Ini juga merupakan peringatan kepada seluruh birokrat kampus yang ada di seluruh Indonesia. Sekarang, kita telah berada di zaman keterbukaan informasi, bukan lagi zaman orde baru," tambahnya.

Hingga saat ini, LPMS Ideas masih menggalang dukungan dari seluruh pers mahasiswa di Indonesia untuk meraih simpati atas ketimpangan yang terjadi di kampus FS-UJ. (*)

*Reporter: Ari Maryadi

Fajrin Berhasil Ungguli UI di Kompetisi "Kertas"

Admin by Thinkpedia Indonesia on Tuesday, 23 September 2014 | 00:26

Fajrin Nur Tajuddin, Mahasiswa Antropologi
(ist)
PROFESI-UNM.COM - Fajrin Nur Tajuddin Berhasil menduduki Juara 2 Kompetensi Esai dan Karya Tulis Mahasiswa Nasional (KERTAS) 2014 dalam perlombaan esai yang diadakan oleh  Lembaga Penalaran dan Penulisan Karya Ilmiah (LKTI) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (22/9) setelah mengalahkan Universitas Indonesia (UI) ditempat Ketiga dan  Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) Bali di tempat pertama.

Mengangkat tema esai "Dari Suku Kajang Untuk Indonesia: Implementasi Konsep Kearifan Lokal Ekologis Tallasa' Kamase-mase sebagai Upaya Melindungi Hutan".

"Dengan sistem kearifan lokal ekelogis tallasa' kamase-mase mengajarkan kepada manusia agar menjaga alam demi  keberlangsungan hidup manusia, dengan caranya yang sederana dan unik," ungkap Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Antropologi UNM ini.

Ia menambahkan, dirinya merasa bersyukur gagasanya dapat dihargai dan bisa di persentasikan ditingkat nasional. "alhamdulillah bersyukur sekali bisa persentasikan esaiku di depan peserta peserta luar sulawesi," tambahnya.

Panitia Pelaksana, Ridwan mengungkapkan, tujuan kompetisi ini untuk menjalin silaturahim antar Universitas Se-Indonesia dan mengembangkan Insan akademik. "Kompetisi esai dan karya tulis ini sebagai ajang silaturahmi antar Universitas Se-Indonesia," katanya. (*)

*Reporter: Nur Fadly

Anjas Kembali Juara Satu Di UMI

Admin by Unknown on Thursday, 18 September 2014 | 02:22

Anjas Wirabuana.
(dok..profesi)
PROFESI-UNM.COM - Ajang Stand Up Comedy pada rangkaian acara Pertamina Goes to Campus di Universitas Muslim Indonesia (UMI), akhirnya kembali mengantarkan nama Anjas Wirabuana meraih posisi juara satu (17/09).

Dengan mengakat tema sosial, pria jebolan Stand Up Huns ini berhasil menyihir penontonnya dengan kemampuan nglawaknya tersebut. Pada kesempatan itu, ia membahas kebudayaan daerah Sulawesi. "Saya juga membahas sepak bola di Indonesia, permainan catur, sampai pawang hujan yang ada di Makassar," tutur mahasiswa Fakultas Seni dan Desain (FSD) UNM ini.

Alhasil, mahasiswa angkatan 2009 ini berhasil membawa pulang uang tunai sebesar 3 juta rupiah.

Ia pun mengaku senang dengan hal itu. Terlebih, hanya bermodal waktu tujuh menit. "Hobby yang membawa rejeky sekaligus profesi," katanya. (*)

*Reporter: Dian Febriani