Berita Terbaru!! :

Berita Terbaru

Si Mungil Motivator

Admin by Yasir Bakekok on Wednesday, 11 December 2013 | 19:37

Indah Mayasari Rustam
PROFESI-UNM.COM - Tahukah kamu? Seorang lelaki yang memiliki pemikiran sederhana. Namun dari kesederhanaan pola pikirnya lah yang membuatnya bermutu.

Tahukah kamu? Dia merupakan seorang anak dari keluarga sederhana.

Tahukah kamu? Sosoknya membuat banyak kaum hawa mengaguminya.

Tahukah kamu? Mengapa demikian?

Jujur, sederhana, cerdas, manis, menawan dan beribawa-nya lah sehingga ia dikenal banyak orang. Dia juga pernah menjadi ketua tingkat dalam kelasnya. Selain itu, pandai dalam berbicara di depan umum adalah keahlian-nya. Dapat dibilang, dia seorang motivator muda.

Begitu banyak impian yang ia miliki. Betapa banyak rencana yang ia telah susun. Semuanya tersusun rapi dalam otak, pikiran, dan benak-nya. Gagal, ia pasti telah pernah melakukan suatu kegagalan. Tetapi, ia tak pernah putus asa dan menyudahi segala yang telah ia lakukan.

Yah, dia adalah sosok Si Mungil Motivator. Banyak hal yang saya dapatkan dari kegiatan kampus yang ia ketuai. Terutama dalam naungan kelas yang ia ajarkan. Kita berinama kelas X. Merekayasa kepatuhan merupakan salah satu dari sekian banyak materi yang ia jelaskan kepada kami. Megajarkan kami banyak hal dalam berpikir dan mengambil keputusan.

Hari-hari, ku perhatiakan dia dalam arti ingin menjadi seperti dia yang ku kagumi. Bukan memata-matai nya. Aku mengaguminya tak berarti aku menyukainya. Dia sebatas sosok kakak yang hebat di mata ku.(*)


*Penulis: Indah Mayasari Rustam, Mahasiswa PGSD Bilingual FIP UNM


Kirim Tulisan, Berita, Opini, Foto atau Karya Sastra Anda ke email redaksi@profesi-unm.com atau profesi_unm@yahoo.com untuk diterbitkan di rubrik Citizen Journalism Profesi Online. Sertakan juga foto, nama lengkap, jurusan/prodi atau jabatan Anda.

Ayo Sehat, Ayo Bersepeda

Admin by Yasir Bakekok on Saturday, 16 November 2013 | 00:06

PROFESI-UNM.COM - Bike To Campus (B2C) adalah kegiatan bagi mahasiswa/i untuk menggunakan sepeda ke tempat kuliah. Tulisan ini akan menunjukkan kekurangan dan kelebihan bersepeda ke kampus yang selama ini juga kulakukan, dengan jarak 1 km dari kos walaupun hanya 2-4 kali seminggu yang kusesuaikan dengan jadwal kuliahku di Kampus V PGSD Parepare, namun itu cukup berarti bagiku.

Kumulai dengan membahas kekurangan bila kamu melakukan Bike To Campus. Lalu kemudian melanjutkannya dengan keuntungan melakukan kegiatan B2C supaya kamu mengerti apa saja resiko yang kamu terima selama Bike To Campus.

Kekurangan

1. Perlu waktu lebih, Melakukan B2C memang membutuhkan waktu lebih dibandingkan menggunakan sepeda motor. Namun bila jarak rumah dan kampusmu tidak terlalu jauh, kemungkinan waktu yang dibutuhkan dengan menggunakan sepeda lebih cepat dibandingkan sepeda motor, tapi jika medan yang ditempuh ekstrim, seperti saya yang melalui banyak tanjakan tentu motor lebih cepat. Bila dibandingkan dengan mobil, tentu sepeda lebih cepat karena sepeda membutuhkan ruang jalan yang lebih kecil dibanding mobil pada keadaan jalan yang macet dan tidak cocok untuk kendaraan besar .

Saran: Berangkatlah lebih awal dan sebelumnya tentukan jalur B2C yang lebih lenggang dan aman, bila perlu gunakan jalan tikus untuk mempersingkat waktu.

2. Keamanan di jalan raya, Ini sangat krusial karena kondisi lalu lintas di Makasar seringkali tidak teratur sehingga pesepeda pun belum cukup aman. Berbeda dengan saya, jalur dari Sumpang Minangae ke Kampus UPP PGSD Parepare cukup aman, itu saja jika lepas dari penurunan hanya perlu konsentrasi karena laju sepeda semakin cepat.

Saran:
· Patuhi rambu lalu lintas terutama di persimpangan jalan.
· Lengkapi dirimu dengan helm sepeda.
· Gunakan jalur sepeda yang ada.
· Usahakan selalu gunakan jalur kiri.
· Pakailah bel atau klakson saat diperlukan.
· Jaga jarak(min.2 meter) dengan motor dan mobil terutama angkutan umum.
· Perhatikan dan sesuaikan kecepatanmu dengan kondisi jalan raya.








3. Tempat parkir sepeda, Walau tidak semua kampus punya parkir sepeda seperti di UPP PGSD Parepare, solusinya kita buat mudah saja, kita bisa memarkirkan sepeda dimana saja asal tidak melanggar aturan dan tetap aman. Bahkan jika kamu mau, kamu bisa mengunci sepeda mu dengan sepeda motor temanmu yang lain, melalui behel motornya dengan safety belt.
Saran: Parkirkan sepedamu bersama dengan pengguna sepeda lain bila ada, atau mintalah ijin kepada petugas keamanan kampusmu untuk memarkirkan sepeda di pos jaga mereka dan sebaiknya sepeda selalu kamu harus dilengkapi safety belt.

Keuntungan

Lebih cepat dan sehat, bila dibandingkan dengan mobil tentu sepeda lebih cepat apalagi bila kondisi jalan yang kita lewati sedang macet maka sepeda adalah solusi untuk melewati kemacetan tersebut. Bila dibandingkan motor, tentu sepeda tidak secepat motor namun menggunakan sepeda lebih baik dibandingkan duduk diam diatas motor karena dengan mengayuh sepeda kita melatih otot jantung yang memompa darah keseluruh tubuh secara merata. Inilah alasan mengapa kadang kita merasa ngantuk selama naik motor/mobil karena darah tidak dipompa secara merata keseluruh tubuh terutama kepala. Saya merasakan kenyamanan, kesehatan selama kurang lebih 1 tahun bersepada ke kampus. 

Irit bahan bakar minyak (BBM), hal ini tentu sudah tentu menjadi keuntungan menggunakan sepeda dan juga alasan mengapa kita harus menggunakan sepeda. Dengan mengurangi pemakaian BBM maka kita telah menghemat energi. Dengan bersepeda kamu bisa mengurangi biaya untuk membeli BBM, walaupun tidak seberapa namun dampak positif bersepeda yang kamu dan dunia terima lebih besar dari biaya yang kamu hemat selama bersepeda. 

Lebih bersahabat, ini salah satu keuntungan yang tidak bisa kamu dapatkan bila menggunakan motor atau mobil. Dengan bersepeda kamu bisa menjalin persahabatan dengan banyak orang, contohnya dengan:

  • Antara pesepeda, kamu bisa saling sapa dan mengobrol bahkan bersepeda sama-sama, seperti ada keakraban yang telah lama walau tidak pernah kenal antar pengendara sepeda. Inilah yang tidak terjadi antara pengendara motor dan mobil.
  • Petugas polisi, sering kali petugas polisi lebih ramah terhadap pengendara sepeda, seperti saya jika lewat depan korps brimob terkadang ada salah seorang anggotanya yang menyapa dan memberikan senyuman.
  • Pejalan kaki, mungkin bagi pemakai sepeda lipat sudah cukup sering menjadi perhatian para pejalan kaki. Karena inilah uniknya menggunakan sepeda, kamu kadang menjadi pusat perhatian dan ada saja orang lain yang tersenyum dan menyapa.
  • Teman kampus, ini hal yang paling terasa selama aku B2C, kadang mereka menghampiri hanya untuk mengucapkan salam atau melihat sepedaku. Namun yang paling menarik adalah saat orang lain yang belum kita kenal menyapa dan bertanya-tanya kepada kita, disitulah kesempatan untuk menambah teman. Biasanya jika saya baru masuk dalam lokasi kampus seringkali ada teman yang berteriak “cie orang Korea datang, kasih jalan. Minta foto dulu!!!” itu satu tanda penghormatan bagiku. 
Hemat secara finansial, dengan Bike To Campus kita tidak perlu membeli bensin, dan juga biaya perawatannya yang ringan sehingga kita bisa menghemat uang. Ini memang salah salah satu keuntungan bersepeda yang sudah tentu semua orang tahu. 

Ramah lingkungan, dunia ini akan terus rusak bila kita tidak melakukan penyelamatan. Mulailah melakukan hal yang ramah lingkungan, salah satunya dengan Bike To Campus. Tidak perlu setiap hari menggunakan sepeda ke kampus, satu kali seminggu saja sudah cukup akan lebih baik bila tiap hari.

Itulah kekurangan dan keuntungan dari Bike To Campus yang selama ini kulakukan, silahkan ditambahi kekurangan dan keuntungannya atau dikoreksi tulisan ini.
Ayo sehat, ayo bersepeda kawan-kawan!
*Penulis Muhammad Nasar, Mahasiswa PGSD FIP UNM Kampus Pare-pare 












Kirim Tulisan, Berita, Opini, Foto atau Karya Sastra Anda ke email redaksi@profesi-unm.com atau profesi_unm@yahoo.com untuk diterbitkan di rubrik Citizen Journalism Profesi Online. Sertakan juga foto, nama lengkap, jurusan/prodi atau jabatan Anda.

Ayo Berorganisasi di Kampus

Admin by Redaksi on Friday, 2 August 2013 | 00:52

PROFESI-UNM.COM - Kampus adalah lembaga akademik yang penuh dengan dinamika dan tantangan. Salah satu tantangan pada saat masih jadi mahasiswa adalah menjadi bagian dari organisasi-organisasi kemahasiswaan yang ada pada suatu kampus, termasuk di Universitas Negeri Makassar (UNM).

Berbicara tentang organisasi kampus, dibedakan atas dua jenis yakni, organisasi intra kampus (organisasi intern) dan organisasi ekstra kampus (organisasi ekstrn). Banyak yang berpendapat bahwa, jika seseorang tidak bergabung pada salah satu organisasi pun. Maka dia, bukan mahasiswa melainkan hanya seorang pelajar.

Di UNM Sendiri, Organisasi Intern terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Majelis Permuswaratan Mahasiswa (Maperwa), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)/Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta organisasi pengembangan bakat dan minat lainnya yang ada pada jajaran fakultas dan jurusan/prodi.

BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)
Badan Eksekutif mahasiswa atau BEM merupakan Lembaga eksekutifnya adalah badan pelaksana senat mahasiswa. Belakangan nama badan pelaksana diganti dengan istilah yang lebih praktis, badan eksekutif mahasiswa (BEM). Awalnya BEM dipilih, dibentuk dan bertanggung jawab kepada sidang umum senat mahasiswa namun sekarang pengurus kedua lembaga sama-sama dipilih langsung dalam suatu pemilihan umum. BEM terdiri dari BEM universitas, BEM Fakultas hingga BEM Jurusan.

Maperwa (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa)
Maperwa adalah lembaga legislatif tertinggi di pada kampus setempat yang merupakan perwakilan dari tiap angkatan yang aktif ataupun transisi. Sebagai Lembaga Legislatif, maka tentunya MAPERWA melakukan fungsi pengawasan terhadap kinerja badan eksekutif. Pelaksanaan program kerja sebagai amanah rapat kerja menjadi perhatian utama MAPERWA dalam menjalankan tugas. Ketua MAPERWA memberikan mandat kepada anggota komisi masing-masing dalam memantau jalanya program kerja yang berkaitan dengan komisi tersebut. Maperwa terdiri dari Maperwa Universitas dan maperwa Fakultas


HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan)
Himpunan mahasiswa jurusan adalah organisasi mahasiswa intrakampus yang terdapat pada jurusan keilmuan dalam lingkup fakultas tertentu. Umumnya bersifat otonom dalam kaitannya dengan organisasi mahasiswa di tingkat fakultas seperti senat mahasiswa dan badan eksekutif mahasiswa. Kegiatan himpunan mahasiswa jurusan umumnya dalam konteks keilmuan, penalaran dan pengembangan profesionalisme.

UKM (Unit Kegiatan mahasiswa)

Untuk lebih mengembangkan lagi potensi yang ada pada setiap mahasiswa, maka ada organ lain yang disebut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

UKM adalah wadah aktivitas kemahasiswaan untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian tertentu bagi para aktivis yang ada di dalamnya. Unit Kegiatan Mahasiswa sebetulnya adalah bagian/organ/departemen dari Dewan Mahasiswa.

Ketika dilakukan pembubaran Dewan Mahasiswa, departemen-departemen Dewan Mahasiswa ini kemudian berdiri sendiri-sendiri menjadi unit-unit otonom di Kampus. Unit Kegiatan Mahasiswa terdiri dari tiga kelompok minat : Unit-unit Kegiatan Olahraga, Unit-unit Kegiatan Kesenian dan Unit Khusus (Pramuka, Resimen Mahasiswa, Pers Mahasiswa, Koperasi Mahasiswa, Unit Kerohanian dan sebagainya).
(*)

Penulis: Asran

Adaptasi, Langkah Awal Jadi Mahasiswa

Admin by Yasir Bakekok on Sunday, 14 July 2013 | 02:49


Buka kita buka hari yang baru sebarkan senyum wajah gembira, jadi pribadi baru

Ya , itulah sepenggal lirik lagu berjudul semangat baru yang dipopulerkan oleh Ello. Mungkin ungkapan itu bisa menjadi slogan yang perlu kita patrikan saat memasuki lingkungan yang baru. Sifat dasar manusia yang mudah bosan terhadap hal-hal yang lama, mendorongnya untuk menyenangi hal-hal yang baru dan berbeda dari sebelumnya. Lingkungan yang baru merupakan suatu tantangan yang harus ditaklukkan.

Ada pula sekumpulan orang yang mempunyai slogan ‘suasana baru, masalah baru’. Memasuki lingkungan yang baru merupakan sebuah boomerang bagi mereka. Pikiran-pikiran negatif tentang berbagai masalah yang akan timbul telah memenuhi angan-angan bahkan sebelum mereka mengetahui lingkungan baru yang akan mereka masuki.

Sebagai makhluk sosial, kita tidak dapat hidup sendirian. Tentunya kita akan selalu menemukan lingkungan baru. Misalnya, pertama kali masuk kuliah, pertama kali tinggal di kota Makassar, dan menjadi penghuni baru di kost atau asrama. Apa sih yang ada dalam pikiran mitra mahasiswa makassar saat pertama kali masuk kuliah? Penasaran? Takut pada senior-seniornya? Dan pastinya masih banyak lagi pertanyaan yang mengendap di kepala kita.

Adaptasi. Sebenarnya itulah kunci ketika kita memasuki lingkungan yang baru tak terkecualai kampus baru. Berikut beberapa tips dalam beradaptasi dengan lingkungan kampus :

(doc)
1. Menata Persepsi
Untuk menghindari persepsi yang salah, sebelumnya kita harus membekali diri dengan informasi yang benar dan terpercaya tentang lingkungan kampus. Mungkin di antara kita banyak yang berasal dari daerah. Ketika kita akan masuk kampus di lingkungan Universitas Negeri Makassar, maka ada baiknya kita tanya kepada para alumni SMA yang sudah terdahulu berkuliah di sini. Dengan demikian, sedikit banyak kita tahu dan mempunyai gambaran dengan lingkungan baru. Bagaimanapun, akan lebih nyaman berada di lingkungan baru yang kita sudah tahu daripada sibuk menerka dan menjadikan lingkungan baru tersebut sebagai misteri.

(doc)
2. Menata Diri
Persiapkan diri kita menghadapi lingkungan kampus baru. Secara fisik, jika lingkungan kampus kita membutuhkan persiapan ekstra, maka persiapkan fisik kita. Jika lingkungan kampus kita sangat menghargai intelektualitas, persiapkan juga itu. Atau jika lingkungan kampus kita sangat religius, maka ada baiknya kita memilah kembali baju yang akan kita kenakan di sana, agar lebih sesuai.

3. Persiapkan Mental
(int)
Untuk mendapatkan perlakuan sopan di lingkungan kampus, sudah sewajarnya kita berlaku sopan juga. Intinya adalah kita menanamkan kepada diri bahwa kita adalah orang baru yang harus berlaku baik agar diterima. Janganlah segan menyapa. Jangan pula takut bertanya.

Misal kita canggung berbasa-basi, cukup tersenyum, simpel, dan menggunakan bahasa universal. Pertanyaan ringan seperti menanyakan waktu, arah, dan pertanyaan lain merupakan pengantar yang tepat menuju sebuah obrolan. Jangan merasa rendah diri, ingatlah jika kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki senior, begitupula senior memiliki kekurangan yang tidak kita ketahui, jadi bisa saja rasa memiliki kekurangan juga dirasakan oleh mereka, disini terjadi rasa saling membutuhkan.

(int)
4. Rajin-rajinlah Memulai Pembicaraan
Rajin-rajinlah menyapa atau mengobrol dengan teman-teman baru kita. Terutama para senior kita. Dengan membuka pembicaraan terlebih dahulu berarti kita sedang menunjukkan bahwa kita adalah pribadi yg hangat dan terbuka terhadap lingkungan baru. Yang pasti kita harus jadi orang yg murah senyum dan senang menyapa orang-orang di sekitar lingkungan kampus kita.

5. Hargai Budaya dan Aturan di Kampus
Percayalah, jika kita memasuki suatu lingkungan, pastilah kita berhadapan dengan peraturan. Sebebas-bebasnya suatu lingkungan, pastilah ada aturannya. Peraturan ini mutlak diperlukan agar kehidupan dalam lingkungan kampus berjalan teratur. Oleh karena itu, kita harus bisa mengikuti peraturan yang ada di lingkungan kampus kita. Baik peraturan yang sifatnya tertulis, maupun peraturan tidak tertulis tapi bersifat mengikat. Pada awalnya mungkin kita akan merasa canggung. Namun begitu, kita harus tetap mengikuti budaya dan aturan yang diterapkan di lingkungan kampus.

6. Open Mind
Ingat, kita ini orang baru. So, kita masih sangat banyak membutuhkan bantuan dan belajar dari para senior di lingkungan kampus. Misalnya, kita dapatkan tugas sesuai dengan disiplin ilmu yang kita tempuh di kampus, bukan berarti kita lantas bersikap “sok jagoan”.

Pengalaman dari para senior akan sangat bermanfaat untuk kita. Janganlah menutup diri, terimalah kritikan orang lain. Jika kita bekerja sebagai tim, cobalah untuk meraih kepercayaan di dalam tim. Dan akan lebih baik lagi bila kita langsung mendapat kepercayaan untuk bertanggung jawab terhadap tugas tim. Kita akan banyak belajar.

(int)
7. Jangan Malu Bertanya
Pepatah mengatakan “malu bertanya, sesat di jalan”. Segeralah bertanya bila ada sesuatu yang sekiranya kita rasa masih kurang jelas. Bertanya tidak harus pada orang yang lebih tua. Kita bisa bertanya kepada orang-orang yang sudah cukup berpengalaman di sekitar kita. Setidaknya, untuk urusan teknis orang itu lebih berpengalaman daripada kita.

8. Mintalah Penilaian dari Orang-orang di Sekitar Kita
Cobalah minta penilaian terhadap apa yang sudah kita lakukan. Baik dan buruknya mesti kita terima, sehingga kita bisa meningkatkan kualitas diri kita di lingungan kampus. Tapi sikap dan cara demikian bukanlah jaminan bahwa kita akan begitu saja lolos beradaptasi di lingkungan kampus. Bila ada kesalahan dalam cara beradaptasi kita, diskusikanlah dengan orang lain dalam hal ini senior untuk mendapatkan solusinya.

Demikianlah beberapa tips bagaimana beradaptasi dengan lingkungan kampus khusus untuk adik-adik Mahasiswa Baru (Maba). Semoga bermanfaat dan kalian bisa beradaptasi dengan baik didalam kampus orange tercinta. Mari kita hiasi pikiran kita dengan cita positif dan semangat baru di hati kita dalam memulai perjuangan di semester ini dan selanjutnya sehingga dapat menggoreskan tinta prestasi yang setinggi-tingginya.(*)

Diolah dari berbagai Sumber

*A. Sri Mardiyanti Syam

UKT Itu Pembayaran Awal Atau Persemester?

Admin by Yasir Bakekok on Saturday, 13 July 2013 | 21:42

(int)
PROFESI-UNM.COM - Uang Kuliah Tunggal merupakan kebijakan yang ditelurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Kalau dulunya mahasiswa dikenakan pembiayaan kuliah seragam disetiap semesternya, maka dengan UKT ini diberlakukan mulai tahun 2013, mahasiswa akan menenteng pembayaran sesuai dengan golongan yang telah disediakan oleh pihak unversitas.

Namun, masih banyak calon mahasiswa yang belum mengenali apa itu UKT? Sebut saja Ardi. Salah satu mantan siswa di salah satu sekolah yang ada di kota Makassar ini tidak mengerti dengan brosur yang tersebar di area UNM terkait pendaftaran jalur mandiri, begitu pun di situs resmi UNM. "Itu UKT sebenarnya pembayaran apa?," tanya lelaki ini kepada waatawan Profesi yang dijumpainya beberapa waktu lalu setelah pengumuman SBMPTN.
Draf UKT UNM
(Klik untuk memperbesar)


Dirinya mengakui, tak ada keterangan yang begitu jelas di brosur maupun di situs UNM terhadap sistem baru yang akan diterapkan ini. Padahal, ia berminat untuk kembali mengadu nasib dengan mendaftar di kampus pencetak tenaga pendidik ini. "Saya mau sekali masuk disini (UNM, red). Tapi saya masih ragu karena melihat brosur yang tertulis itu pembayaran, apakah dibayar per semester atau itu uang pangkal kalau mau masuk," terangnya.

Setelah dikonfirmasi, Pembantu Rektor Bidang Akademik Sofyan Salam menjelaskan, UKT merupakan sistem pembayaran yang berbasis kemampuan ekonomi pendapatan orang tua mahasiswa. Jadi, mahasiswa yang telah dinyatakan lulus di UNM dengan pembayaran yang telah ditentukan, akan membayar sebanyak itu disetiap semesternya.

"Tidak ada uang pangkal, atau uang awal. Yang jelasnya, kalau telah ditetapkan misalnya 2 juta pembayaran, maka itu yang akan dibayar di awal serta itu juga yang akan dibayar per semesternya," tegasnya.

Lanjut Guru Besar Fakultas Seni dan Desain ini, dengan sistem pembayaran seperti ini, mahasiswa tidak lagi dikenakan pungutan-pungutan lain disaat semester berjalan. Tak ada lagi pembayaran, tambahnya, KKN, PPL, WIsuda, dan lain-lain.

 "Jadi mahasiswa cukup membayar per semester sampai selesai. Tidak ada lagi pembayaran lain, karena itu sudah diintegrasikan di UKT," tegasnya.

Perlu diketahui, UKT ini merupakan akumulasi komponen pembayaran yang telah dirancang setiap program studi sebelum disosorkan ke mahasiswa. (*)


*Sutrisno Zulkifli



Tips Untuk Maba Mencari Kos di Makassar

Admin by Yasir Bakekok on Friday, 12 July 2013 | 06:49

(Kartun Ngampus)
PROFESI-UNM.COM - Menjadi Mahasiswa Baru (Maba) adalah pengalaman baru yang mungkin menjadi awal perubahan bagi seseorang, sebuah peralihan berupa gaya hidup, lingkungan, teman, dan masih banyak hal-hal baru lainnya. Fenomena yang terjadi saat ini bahwa Maba yang kuliah di Makassar bukan hanya berasal dari kota Makassar sendiri namun banyak dari mereka  berasal dari luar kota Makassar.

Sebuah pengalaman baru bagi mereka yang berasal dari luar kota, setidaknya mereka akan mulai berpikir mengenai hidup mandiri. Tinggal jauh dari orang tua, jauh dari teman-teman yang mungkin dahulu selalu menjadi tempat pengharapan kala kesulitan namun kali ini semuanya harus ditata kembali, seorang Maba harus mampu membentuk keluarga baru dan teman baru disebuah lingkungan yang baru pula.

Sebuah lingkungan tempat tinggal yang baru akan menentukan bagaimana gaya hidup seseorang sehingga memilih tempat tinggal baik itu berupa rumah kos atau rumah kontrakan adalah hal yang sangat penting.
Nah.... berikut ini beberapa tips kepada Maba untuk memilih rumah kos atau rumah kontrakan yang ideal:

1. Lokasi
Cari rumah kost yang tidak terlalu jauh dengan kampus dan mudah ditempuh (mampu ditempuh dengan berjalan kaki). Dengan memilih rumah kost yang dekat kampus, kamu akan menghemat biaya transportasi dan waktu.

Kamu juga bisa lebih santai ke kampus, tidak terburu-buru dikejar jam masuk kuliah. Apalagi jika kamu harus kembali ke kost karena ada sesuatu yang tertinggal.

2. Luas kamar
Jika memungkinkan, pilih kamar kost yang dapat menampung lebih dari lima orang. Karena, ada saja tugas kampus yang mengharuskanmu mengerjakannya secara kelompok. Kamar yang cukup menampung teman-teman kelompokmu akan menunjang pengerjaan tugasmu. Selain itu, kamar yang cukup luas juga bisa dijadikan base camp, kan?

3. Lingkungannya nyaman dan aman
Pastikan rumah kost yang kamu pilih terletak di lingkungan yang aman dan nyaman. Dengan tinggal di lingkungan yang kondusif, kamu akan lebih berkonsentrasi belajar dan tidak perlu was-was dengan tindak kejahatan. Meski begitu, kewaspadaan tetap penting.

4. Pilih kamar sesuai kebutuhan
Jika kamu membawa kendaraan, kamar yang terletak di lantai bawah adalah pilihan yang tepat. Ini akan memudahkanmu mengawasi kendaraan. Pilihlah kamar kost yang sesuai kebutuhan dan kemampuan kocekmu.

5. Pengurus kost ramah
Kenyamanan tinggal di rumah kost juga dipengaruhi oleh pengurus kost. Jika mereka ramah, kamu pun akan nyaman, kan?

6. Fasilitas sekitar
Kuliah itu tidak akan akan jauh dari yang namanya foto copy dan mengetik. Tidak semua punya komputer atau laptop di rumah kost. Nah, usahakan mencari tempat kost yang tidak jauh dari dua fasilitas ini, hal ini akan memudahkan mengerjakan tugas kampus.

7. Gali informasi tentang keamanan lokasi kost dari para pencuri.
Ini akan membuat kamu untuk lebih hati – hati dan waspada dalam menjaga barang berharga  dan sebagai  pertimbangan barang berharga apa yang akan dibawa kost.

Demikianlah beberapa tips untuk memilih rumah kos atau rumah kontrakan yang semoga saja bermanfaat untuk adik-adik Maba, semoga selama di Kota Makassar adik-adik Maba mampu menjaga diri dan sikap dalam bergaul. (*)


*Sulastri Khaer



Mengapa pilih UNM?

Admin by Yasir Bakekok on Thursday, 11 July 2013 | 17:50

(doc)
PROFESI-UNM.COM - Universitas Negeri Makassar (UNM) adalah Universitas yang terkenal sebagai pencetak guru-guru berbakat karena universitas ini menyediakan 9 fakultas dengan dasar kependidikan seperti Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia (FBS), Fakultas Seni dan Desain (FSD), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Fakutas Ekonomi (FE), Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).

Setelah menamatkan pendidikan 9 tahun maka langkah selanjutnya adalah memasuki dunia kampus. Banyak hal yang berubah dan berbeda antara kehidupan sekolah dan kehidupan kampus, pasalnya menjadi seorang mahasiswa segala bentuk kehidupan ini menuntut agar kiranya kita menjadi seorang yang mandiri.

Sebelum memilih perguruan tinggi atau universitas yang sesuai dengan diri kita maka sebelumnya, calon mahasiswa baru terlebih dahulu memerhatikan beberapa hal berikut yaitu mengukur kemampuan akademiknya, menentukan program studi apa yang diminatinya, menentukan jenis program studi yang diinginkannya, dan mencari informasi mengenai perguruan tinggi mana yang menyelenggarakan program studi yang diminatinya tersebut.

Selain hal-hal sederhana tersebut akan lebih baik pula jika mulai sekarang calon mahasiswa tersebut mulai memikirkan jalan hidupnya setelah kuliah seperti halnya cita-cita dan memerhatikan keahlian apa yang diperlukan bila seorang mahasiswa memilih cita-cita tertentu.

Setelah menentukan arah dan langkah perguruan tinggi atau universitas yang diinginkan maka langkah selanjutnya adalah mencari informasi lebih banyak lagi mengenai perguruan tinggi atau universitas tersebut, seperti bertanya kepada orang tua, teman ataupun guru.

Bahkan saat ini pun bertanya kepada internet adalah jalan yang bijak karena informasi apapun mampu didapatkan di beberapa alamat website. Selain itu calon mahasiswa baru tersebut juga perlu mengecek mengenai kelegalan perguruan tinggi atau universitas, penjelasan hal-hal tersebut mampu di dapatkan di www.pdpt.dikti.go.id atau www.evaluasi.dikti.go.id. Sementara itu, jika ingin tau tentang status akreditasi mampu dilihat di  www.ban-pt.kemdiknas.go.id.

Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut dan berencana memilih program keguruan maka akan lebih baik untuk segera memilih UNM karena secara legalitas dan kelayakan UNM memiliki status akreditasi B secara insitusi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). (*)


*Sulastri Khaer