![]() |
| Eks Rektorat UNM, kini digunakan menjadi perpustakaan. (Foto: dok.profesi) |
Dua orang pustakawan tersebut adalah Didier Vuillcot dan Jeremie Desjardins. Keduanya dikirim langsung meninjau perpustakaan yang ada di kampus. Kedatangan mereka, tak lain untuk memantau perkembangan warung Prancis yang ada dikelola pihak pustakawan.
Kedatangan orang itu untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan perpustakaan UNM. Terlebih, di perpustakaan UNM sendiri terdapat warung Perancis yang ada sejak Februari lalu. "Mengetahui bagaimana warung perancis, berfungsi baik atau tidak , dia mau tahu apa yg mereka bisa bantu untuk UNM," tutur Asniar, kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UNM.
Meski secara fisik perpustakaan UNM belum sebanding dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya, Asniar berharap bantuan dari Perancis tersebut merupakan dukungan penuh dalam pengembangan perpustakaan sendiri. Salah satu yang ia harapakan adalah perpustakaan dengan akses digital yang memadai. "Mereka mau bantu kita untuk mejadi perpustakaan digital, salah satunya membantu dalam pegadaan komputer dan buku-buku misalnya," katanya.
Kedatangan orang itu untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan perpustakaan UNM. Terlebih, di perpustakaan UNM sendiri terdapat warung Perancis yang ada sejak Februari lalu. "Mengetahui bagaimana warung perancis, berfungsi baik atau tidak , dia mau tahu apa yg mereka bisa bantu untuk UNM," tutur Asniar, kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UNM.
Meski secara fisik perpustakaan UNM belum sebanding dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya, Asniar berharap bantuan dari Perancis tersebut merupakan dukungan penuh dalam pengembangan perpustakaan sendiri. Salah satu yang ia harapakan adalah perpustakaan dengan akses digital yang memadai. "Mereka mau bantu kita untuk mejadi perpustakaan digital, salah satunya membantu dalam pegadaan komputer dan buku-buku misalnya," katanya.
Ia menambahakan, belakangan terakhir UNM kedatangan beberapa tamu dari Perancis. Dalam hal ini mereka tengah gencarnya mempromosikan budaya Perancis di Indonesia. "Semua metode mereka lakukan untuk memperkenalkan budaya mereka," tutupnya. (*)
*Reporter: Dian Febriani
*Reporter: Dian Febriani
