Berita Terbaru!! :

Berita Terbaru

Berikut 13 Nama Mahasiswa Bidikmisi yang Dicabut Statusnya

Admin by Unknown on Friday, 22 August 2014 | 20:33

Ilustrasi
(int)
PROFESI-UNM.COM - Setelah resmi dicabut status kelulusannya di Universitas Negeri Makassar (UNM), 13 Mahasiswa Beasiswa Bidikmisi dari Jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) dan Jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014 kini impiannya untuk menikmati pendidikan di UNM, pupus sudah.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor UNM nomor: 1369/UN36/KM/2014 maka secara resmi mereka dikeluarkan sebelum sempat menginjakkan kaki di bangku kuliah.

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) UNM, Heri Tahir menegaskan, keputusan tersebut ditetapkan berdasarkan pelanggaran yang dilakukan oleh mereka (Mahasiswa Bidikmisi red) bahwa data yang di input ke situs Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan. "Verifikasi faktual membuktikan jika mereka melanggar aturan Kemendikbud, jadi harus ditindak tegas," ungkapnya.

Berdasarkan Verifikasi faktual pertanggal 10 Juli dan 11 Agustus 2014, tercatat mereka melanggar pedoman penyelenggaraan bantuan biaya pendidikan bidikmisi tahun 2014, Dikti Kemendikbud BAB. IV bagian E sebagai berikut:

1. Telah memberikan keterangan yang tidak benar baik secara lisan dan tertulis.
2. Melakukan pemalsuan dokumen pendukung pendaftaran.

***
Mereka yang dicabut status kelulusannya:

Jalur SNMPTN

1. Rike Nursafitri (SMA Negeri 3 Palopo)
2. Muh. Yusuf Halim (SMA Negeri 1 Alla Enrekang)
3. Irhan Kadir (SMA Negeri 1 Mallusetasi Barru)
4. Haslinda (SMK Negeri 2 Pinrang)
5. Nurelisa (SMA Negeri 1 Tonra Bone)

Jalur SBMPTN

1. Israr Isnandar (SMA Negeri 1 Alla Enrekang)
2. Fatmawati Hamka (SMA Negeri 2 Masamba)
3. Muh. Nur Ishak Iskandar (SMA Negeri 1 Tamalatea)
4. Taufiq (SMA Negeri 1 Patampanua)
5. Muh. Arifuddin (SMA Negeri 3 Sengkang)
6. Muh. Alfian (SMA Negeri 1 Manjangpojo)
7. Nursyamsi Nurjihad (SMA Negeri 1 Bajeng)
8. Sitti Sri Cahayani (MAN Pinrang)

Sumber: Kepala Bagian Kemahasiswaan UNM
Reporter: Kasdar Kasau

13 Calon Mahasiswa Baru Bidikmisi dinyatakan Gugur

Admin by Unknown on Friday, 15 August 2014 | 22:37

ilustrasi
(int)
PROFESI-UNM.COM - Sebanyak 13 orang calon Mahasiswa Baru (Maba) Bidikmisi yang dinyatakan lulus berkas jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dinyatakan gugur setelah dilakukan verifikasi faktual Juli dan Agustus lalu.

Hal tersebut dibenarkan oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) UNM, Heri Tahir. "Memang betul ada beberapa yang harus dicabut status kelulusannya di UNM. Senin lusa akan terbit Surat Keputusan (SK) rektor, " jelasnya saat ditemui di Menara Pinisi, Jumat (15/8).

Menurutnya, ada calon yang melakukan pemalsuan data di online saat pendaftaran dulu. "Setelah dilakukan dua kali tes yang pertama wawancara dan kedua verifikasi faktual, maka terbukti ada yang tidak sesuai dengan data, makanya harus dicabut," kata pria kelahiran Bone ini.

Hal itu katanya sebagai bentuk pembelajaran kedepannya agar tidak lagi terulang hal yang sama. "Harus ditindak tegas sebagai efek jera, karena kalau dibiarkan akan terulang lagi," tutupnya.

Setelah terbit SK rektor maka pihak birokrasi akan segera mengirim surat tersebut kepada calon mahasiswa yang bersangkutan untuk memberitahukan secepatnya, selain itu juga akan menyebar surat edaran untuk diketahui publik. (*)

*Reporter: Kasdar Kasau

Rektor UNM Datangi Lokasi Verifikasi Bidikmisi

Admin by Unknown on Saturday, 26 July 2014 | 04:09

Rektor UNM, Arismunandar berbincang langsung dengan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi di Kabupaten Gowa.
(Nurlaela - Profesi)  
PROFESI-UNM.COMRektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Arismunandar, bersama rombongannya datangi langsung dua rumah mahasiswa baru penerima beasiswa Bidikmisi jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014, di Kabupaten Gowa, sore kemarin.

Dalam kunjungannya, Arismunandar berkesempatan menanyakan kondisi ekonomi mahasiswa yang bersangkutan, serta menjelaskan seluk beluk beasiswa Bidikmisi itu, misalnya apa saja hak yang dimiliki penerima beasiswa serta arah penggunaan bantuan pemerintah itu.

"Beasiswa bidikmisi akan cair tiap bulan sebesar 650 ribu, serta bebas biaya UKT selama empat tahun kuliah di UNM," terangnya.

Rektor dua periode ini pun memberi wejangan kepeda Suraeda salah satu mahasiswa yang menjadi sasaran verifikasi Bidikmisi, agar menggunakan beasiswanya sebaik mungkin. "Subaeda harus pintar mengatur keuangan, serta pandai menabung," nasehatnya.

Kehadirannya Rektor UNM disambut tangis bahagia oleh orang tua serta tetangga Subaeda. Pasalnya Mahasiswa baru Jurusan Administrasi Perkantoran UNM ini, hanya menggantungkan hidup dari saudaranya yang bekerja di Kalimantan. (*)

*Reporter : Nurlaela Basir

Besok, Arismunandar Pimpin Verifikasi Bidikmisi

Admin by Unknown on Thursday, 24 July 2014 | 17:12

(dok.profesi)
PROFESI-UNM.COM - Universitas Negeri Makassar (UNM) akan melakukan verifikasi faktual pertama calon mahasiswa penerima Bidikmisi yang lulus pada jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Kabupaten Gowa, Jumat (25/7) besok.

Berbeda dengan verifikasi faktual pada calon mahasiswa yang lulus di Seleksi Nasional Masuk Perguruaan Tinggi Negeri  (SNMPTN), verifikasi kali ini akan dipimpin langsung oleh Rektor UNM, Arismunandar.

Hal itu diungkapkan, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) Heri Tahir, usai Shalat Dhuhur di Mushallah Menara Pinisi lantai 4, Kamis (24/7). ''Dari 183 calon mahasiswa Bidikmisi yang lulus SBMPTN, ada dua orang  yg akan di verifikasi besok dan kita bersama pak rektor. Selanjutnya menyusul verifikasi di daerah yang dilaksanakan oleh pegawai dan dosen UNM,'' ungkapnya.

Heri Tahir menambahkan, verifikasi tersebut juga akan ramai melibatkan pejabat-pejabat UNM termasuk dirinya bahkan diliput beberapa media umum. ''Akan ada beberapa media yg meliput verifikasi besok, termasuk TVRI, Fajar, Tribun Timur, dan lainnya,'' jelas eks Asisten Direktur II PPs UNM ini. (*)

*Reporter : Khaerul Mustaan

Calon Penerima Beasiswa Bidikmisi Lanjut Wawancara Besok

Admin by DIORAMA on Tuesday, 17 June 2014 | 17:53

Pembantu Dekan Bidang Mahasiswa FMIPA, Kaharuddin
Melakukan Wawancara Kepada Salah satu Calon Penerima Bidikmisi
(Rajab - Profesi)
PROFESI-UNM.COM - 200 mahasiswa calon penerima beasiswa Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) telah diwawancarai oleh tim verifikasi UNM. Mereka yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) ini sebanyak 356 calon. Dengan demikian, 156 mahasiswa sisanya harus mengikuti proses wawancara hari Rabu, 18 Juni 2014 di Gedung Pinisi lantai 2. 

Wawancara yang seyogyanya dilanjutkan hari ini (17/6) mesti ditunda karena ada tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Selain mengikuti proses wawancara calon penerima beasiswa ini harus melengkapi berkas yang menjadikan prasyarat menerima beasiswa ini. 

Dengan berpatokkan pada berkas yang telah dikumpulkan, tim verifikasi akan mengklarifikasi kebenarannya melalui proses interview. “Kami tinggal mengonfirmasi kepada mahasiswa berkaitan jumlah pendapatan orang tua dan prestasi sesuai dengan berkasnya,” ujar Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan UNM, Heri Tahir. 

Lebih lanjut, Profesor ilmu hukum ini menambahkan akan ada tindak lanjut terhadap mahasiswa calon penerima yang pada saat wawancara menyampaikan hal yang meragukan. “Yang ragu-ragu penyampaiannya, UNM akan meninjau langsung tempat tinggal dan kondisi keluarganya,” tambahnya. 

Setelah peninjauan, hal-hal yang ditemukan berbeda dengan kenyataan akan langsung dilakukan pencoretan. “Langsung didiskualifikasi saja bagi yang kedapatan memalsukan data sebagai calon penerima beasiswa bidikmisi,” tegas mantan Asisten Direktur PPs UNM ini. Sementara itu belum ada kepastian kapan pengumuman bagi peserta yang lolos seleksi bidikmisi. “Kami belum tentukan kapan, karena hasil wawancara akan dirapatkan oleh seluruh tim,” tuturnya. (*) 


*Reporter: Andi Ajip Rosyidi

Hari Ini, Calon Bidik Misi Diseleksi 

Admin by DIORAMA on Monday, 16 June 2014 | 22:58

PD III FT, Bahrani Rauf Sedang Mengverifikasi
Salah Satu Calon Penerima Bidik Misi
(Rajab - Profesi)
PROFESI-UNM.COM - Tim verifikasi Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidik Misi) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar verifikasi faktual dan wawancara khusus kepada 356 calon penerima Bidik Misi. Hasil verifikasi sementara, 16 calon penerima berstatus awas karena pendapatan orang tuanya diatas batas kelayakan. Senin (16/6), Pinisi lt 2.

Koordinator tim verifikasi, Ismail mengungkapkan, 16 anak tersebut berasal dari keluarga Pegawai Negeri Sipil. Hingga kini tim masih mempertimbangkan kelayakan mereka.

Lebih lanjut, proses verifikasi tahun ini harus betul-betul sesuai prosedural. Sehingga apa yang menjadi kesalahan kemarin tidak lagi terulang pada tahun ini.

"Ini baru verifikasi pertama, semua kelengkapan berkas harus diteliti dengan baik, supaya tidak ada lagi yang salah sasaran," ungkapnya.

Ia juga menambahkan, jika verifikasi bukan hanya seleksi berkas Namun proses verifikasi akan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi, sehingga datanya betul valid.

"Pasti kami akan turun langsung melihat kondisi keluarga calon penerima," jelasnya.

Dihari pertama ada sekitar 200 calon penerima Bidik Misi yang mengikuti verifikasi, selebihnya akan menyusul," tutupnya. (*)


*Reporter: Rajab

Hasil Verifikasi Bidik Misi Tak Kunjung Ditransparansikan

Admin by Imam Rahmanto on Friday, 29 November 2013 | 10:18

Tim verifikasi area Polman - Majene sementara menjalankan proses wawancara dengan salah satu sampel keluarga yang menjadi tujuan verifikasi faktual. Foto diambil pada Selasa (5/11) lalu. (Rizki-Profesi)

PROFESI-UNM.COM - Proses verifikasi faktual beasiswa Bidik Misi yang telah lewat tiga minggu lamanya tidak kunjung membuahkan hasil. Setelah rapat pertemuan sekaligus pertanggungjawaban masing-masing tim verifikasi digelar di rektorat, Kamis (14/11) lalu, hingga kini penetapan mahasiswa yang akan dicabut beasiswa Bidik Misinya masih belum jelas dan tidak kunjung ditransparansikan.

Hal tersebut juga mengundang kegelisahan Jufri selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan BAAK UNM. Ia sendiri mengaku masih belum tahu kapan keputusan tentang mahasiswa-mahasiswa yang disinyalir “tidak layak” berdasarkan verifikasi tersebut akan dikeluarkan secara resmi. Sementara, rentang waktu pelaksanaan verifikasi faktual sudah nyaris memakan waktu sebulan lamanya. Dikhawatirkan, dana beasiswa yang sejatinya dikhususkan bagi mahasiswa miskin dan berprestasi tersebut cair sebelum hasil verifikasinya ditentukan. Seperti yang diketahui, Beasiswa Bidik Misi 2013 dikucurkan tiap bulannya ke masing-masing rekening mahasiswa penerimanya.

“Rapat tentang verifikasi ini terlalu lama dirapatkan. Selalu rapat dan rapat. Padahal sebenarnya sudah jelas siapa-siapa yang seharusnya diblacklist sebagai penerima Bidik Misi,” keluhnya.

Akan tetapi, ia menepis jika selama ini pihaknya berusaha menahan-nahan hasil verifikasi tersebut. Bahkan di lain pihak, dirinya justru ikut melemparkan pertanyaan serupa. Bagaimana tidak, bebernya, dalam kepengurusan beasiswa Bidik Misi seolah-olah terjadi dualisme kepengurusan. “Terkadang kita juga bingung sendiri siapa yang mau mengurusnya,” bebernya.

Sementara itu, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Heri Tahir turut menepis anggapan tentang transparansi hasil verifikasi Bidik Misi yang masih buram. Menurutnya, tim yang berada di bawah komandonya itu beberapa kali sudah melakukan rapat untuk menentukan hasil dari verifikasi tersebut. Hanya saja, kondisi kampus yang selama ini bergejolak memaksanya untuk sedikit menggeser prioritas.

“Kita sudah lama mau memutuskan hasil verifikasi itu. Tapi karena kondisi kampus yang saat ini dalam kondisi yang sedang panas-panasnya, maka mau tidak mau memaksa saya untuk menanganinya lebih dulu,” tekannya. (*)


*Reporter: Imam Rahmanto 

Selain Bidik Misi, Mahasiswa UKT Nol pun Diverifikasi

Admin by Imam Rahmanto on Wednesday, 13 November 2013 | 19:34

PROFESI-UNM.COM - Verifikasi yang dilaksanakan oleh pihak Universitas Negeri Makassar (UNM) ke daerah Soppeng dan Bone dilaksanakan selama dua hari yaitu Jumat hingga Sabtu. Ada yang berbeda pada verifikasi yang dilaksanakan tahun ini, bukan hanya penerima bidik misi yang menjadi terget verifikasi tetapi juga Mahasiswa yang masuk dalam golongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) nol. Mahasiswa yang masuk dalam golongan ini juga tidak dibebankan untuk membayar uang kuliah.

Berdasarkan informasi dari tim verifikasi di kabupaten Bone, mereka sengaja meminta data mahasiswa UKT nol di daerah tersebut. Walaupun alamat lengkap pada biodata tersebut tidak dicantunmkan. Atas inisiatif tim verifikasi, mereka menelusuri mahasiswa yang bersangkutan dengan mendatangi sekolah-sekolah SMA untuk memperoleh alamat.  

Berdasarkan data yang diperoleh, tim verifikasi yang juga berkunjung ke kediaman Mahasiswa yang tergolong UKT nol, terdapat Mahsiswa yang dianggap mampu. Mahasiswa tersebut berasal dari kecamatan Mare yang rumahnya terletak 2 km dari pusat kota. Kedua Orang Tua Mahasiswa yang menyambut tim verifikasi mencoba memberikan berbagai macam alasan tentang kondisi rumah yang Mereka huni. Rumah yang mereka tempati masih dalam proses pembangunan, selain itu terdapat mobil yang terparkir di rumah tersebut. Namun, menurut orang tua dari Mahasiswa yang bersangkutan, mobil itu milik orang lain yang datang berobat. Orang Tua mahasiswa pun tidak mengakui barang-barang di rumah itu adalah miliknya. Menurut mereka barang-barang itu milik mertua mereka.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari orang tua mahasiswa, Ia mengaku bahwa ayah mahasiswa tersebut hanya bekerja sebagain tukang ojek, sedangkan Ibunya hanyalah sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Selain itu, berdasarkan perwajahan dari Ayah Mahasiswa yang bersangkutan masih terlihat energik dan muda. Sedangkan pihak tetangga yang juga dimintai keterangan, tidak mau berkomentar tentang keadaan keluarga yang bersangkutan.

Sementara itu, penerima bidik misi yang menjadi target di daerah Bone dan Soppeng, terdapat Mahasiswa Jurusan PGSD yang dianggap mampu oleh tim verifikasi walaupun orang tuanya petani. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tetangga Mahasiswa tersebut, menurutnya orang tua Mahasiswa ini mempunyai tanah dan empang yang cukup luas. (*)


*Reporter: Ary Utary Nur

Tanpa Akses, Bersua di Lawatan Pernikahan

PROFESI-UNM.COM - Dikarenakan jarak dan medan yang berat, mengaharuskan Tim Verifikasi  yang meninjau penerima Bidik Misi di Kabupaten Enrekang mengurungkan niat untuk mengunjungi dua rumah yang berada jauh di pelosok desa. Akan tetapi, tanpa diduga-duga sebelumnya, mereka bertemu sang pemilik rumah yang tadinya urung dikunjungi dalam sebuah pesta pernikahan.

Pada awalnya, acara kunjung-mengunjungi sembilan rumah sampel verifikasi berjalan dengan lancar, Sabtu (2/10). Beberapa rumah dikunjungi tanpa kendala. Sampai pada alamat keempat yang berlokasi di desa Leon, Kabupaten Enrekang, Ketua Tim verifikasi, Syukur Saud patah arang. Ia menjelaskan, untuk masuk ke lokasi tersebut tidak bisa diakses dengan kendaran yang kami gunakan. “Sepertinya tidak bisa memakai mobil masuk ke sana, jalan kaki pun makan waktu dua jam,” terang dosen yang berasal dari Enrekang ini.

Dengan berbagai pertimbangan, Ketua Tim yang juga menjabat sebagai Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan (PD III) Fakultas Bahasa dan Sastra berpendapat, kalau tim tidak usah memaksakan mengunjungi lokasi yang memiliki medan berat untuk dilalui,. “Saya rasa kita tahulah dan kita harus percaya. Tidak mungkin ada orang kaya yang mau tinggal di daerah yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki,” tuturnya menyimpulkan.

Untuk melepaskan penati, tim verifikasi menyempatkan diri beristirahat di salah satu rumah kerabatnya yang sedang melangsungkan acara pernikahan. Ketika salah seorang tim verifikasi menjelaskan maksud kedatangan mereka di Bumi Massenrempulu itu, kerabat salah seorang anggota tim mengaku mengenal keluarga yang akan dikunjungi itu. Bahkan menurut pengakuannya, ibu dari mahasiswa penerima Bidik Misi, Haidir, hadir dalam acara pernikahan yang sedang berlangsung meriah.

Marawiah (42) ibu dari Haidir mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasasr (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan pun memberikan keterangan yang diperlukan di tengah-tengah prosesi pernikahan itu. Wanita yang bersuamikan Kideri (45) sehari-hari bekerja sebagai petani yang menggarap sawah orang lain. “Ya, itu pun cuma untuk makan, karna tidak setiap hari kami garap sawahnya orang. Cuma kalau lagi musimnya,” paparnya.

Selain itu, seperti yang diminta, ibu lima orang anak ini juga menjelaskan perihal kondisi rumah yang sempat urung untuk dikunjungi. Menurutnya, akses untuk masuk ke rumahnya memang sangat sulit. “Saya saja yang biasa jalan kaki butuh dua jam untuk sampai ke jalan raya. Memang ada ojek namun biaya ojek jauh lebih mahal daripada biaya makan saya dan keluarga,” bebernya.  Ia mengaku, untuk bepergian dengan ojek, ia harus merogoh kocek sampai Rp 100ribu. (*)


*Reporter: Rizki Amry Pratama
melaporkan liputan verifikasi Bidik Misi

Duka Keluarga Penerima Bidik Misi

PROFESI-UNM.COM - Sungguh haru saat kami dari tim verifikasi dan monitoring beasiswa pendidikan mahasiswa miskin berprestasi (Bidikmisi) untuk wilayah Kab. Majene dan Kab. Polman, menginjakkan kaki di “gubuk” para penerima beasiswa tersebut. Kami bertemu dengan sejumlah kepala keluarga yang hidupnya berada di bawah garis kemiskinan. Rumah yang mereka tempati jauh dengan kata yang disebut surga namun mereka tetap merasa nyaman dengan keidupan mereka sekarang.

Hal yang menarik yang kami temukan yaitu keluarga Pitriani yang rame-rame hijrah ke Malaysia. Kedua orang tuanya beserta kedua saudaranya harus rela mengadu nasib ke negeri tetangga. Alasan yang membuat keluarga mahasiswi PGSD ini untuk merantau yakni karena keluarganya yang terdesak ditagih secara terus-menerus oleh pihak yang selama ini membantu usaha batu merah yang dikelolahnya mengalami kebangkrutan.
“Orang tua bersama adik kakaknya terpaksa merantau ke Malaysia untuk mencari nafkah dan juga menjauh dari para penagih-nagih utang,” keluhnya.

Dengan demikian rumah yang berada di desa Lagi-agi Kecamatan Campalagian harus rela ditinggalkan tanpa seseorang pun yang mengurusinya. “Kalau rumah yang di Campalagian tidak ada lagi yang urus,” tuturnya dengan nada yang agak pasrah.

Mahasiswa yang masuk UNM melalui jalur SNMPTN mengaku rumahnya yang di Campalagaian terkadang hanya dipantau oleh tantenya yang tinggal tidak jauh pula dari istananya yang berukuran kurang dari 50 meter persegi. “Hanya tante yang kadang-kadang pantau rumah yang disana karena tidak jauh ji dari rumah dia tinggal,” akunya.

Beda lagi yang dirasakan dengan Marlina, anak ketiga dari delapan bersaudara ini berani menempuh pendidikan jauh hingga ke kota Daeng meskipun hanya dibiayai oleh Ibunya sebagai single parent. Sejak tahun 2011, Ibunya hidup menjanda karena Ayahnya yang selama ini menjadi tulang pungggung keluarga hilang di perairan Lombok. “Ayahku hilang saat berlayar bersama teman-temannya di Lombok,” ungkap mahasiswa PTIK ini.

Kabar kematian Muh. Nur ayah dari Marlina sendiri diperoleh melalui kabar yang disampaikan oleh teman-teman yang ditemani ayahnya berlayar. “Saya sekeluarga dapat kabarnya sehari setelah ayahku meninggal ditengah lautan,” sahutnya penuh duka.

Saat ini Ibunya menghidupi 8 anak dengan berjualan kue keliling di sekitaran rumahnya. Selain berjualan kue keliling sebagai tambahan untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari dengan mencuci di rumah tetangga-tetangga. Penghasilan yang didapatkan perbulan pun jauh dari kata cukup untuk membiayai delapan buah hatinya yang masih mengenyam pendidikan. (*)


*Reporter: Andi Ajip Rosyidi
melaporkan liputan verifikasi Bidik Misi

Anak Polisi Layak Bidik Misi

PROFESI-UNM.COM - Kunjungan tim verifikasi Bidikmisi 2013 wilayah Bulukumba yang berlangsung selama 3 hari, tanggal 1 hingga 3 November 2013, yang kemudian dilanjutkan ke kabupaten Sinjai menuai satu cerita. Muh. Aidil Fitrah Akbar, salah satu penerima Bidikmisi yang masuk dalam 7 tataran target, ternyata adalah seorang anak Polisi.

Ini diketahui setelah Ibunya, Sri Rosniah berceritra tentang kehidupan yang dialaminya bersama keluarga kecilnya. Ia mengaku jika Ayah Aidil merupakan seorang Polisi, namun sayang ia ditinggal cerai dan lepas tanggungjawab atas biaya hidup kedua anaknya. “Bapaknya polisi, tapi kami memang tidak ditanggung lagi karena ia menghilang entah kemana,” ungkap Ibu dua anak ini.

Sambil mengusap air matanya, Sri yang kadang mendapat job sebagai Master Ceremony (MC)  acara kawinan di daerahnya mengatakan jika  sejak kecil Aidil tidak pernah melihat langsung bagaimana sosok Ayahnya. Karena ia hanya mengenal satu orangtua dalam hidupnya. “Aidil itu paling tidak suka membahas soal Ayahnya,” bebernya.

Saat dimintai keterangan perihal kebenaran status Ayahnya, Aidil enggan untuk berkomentar banyak soal pria yang tak pernah ia jumpa semasa hidupnya. Ia membenarkan status Ayahnya tersebut, namun ia tidak pernah memusingkan ada atau tidaknya seorang Ayah di perjalanan hidupnya. “Saya nda kupikirmi soal Bapakku karena Ibuku ji juga merangkap sebagai Bapak,” tutur mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan  (FIK) ini.

Sejak duduk dibangku sekolah, Aidil dirongrong Ibunya untuk hidup mandiri mengahadapi kerasnya kehidupan.Hingga ia pernah menacari nafkah sebagai penjual nasi dan pelayan. Ia berharap Bidikmisi yang ia peroleh lewat jalur mandiri ini bisa ia pertahankan dengan semangat belajarnya. “Tentu saya berharap nilai IPK saya tetap di atas standar,” harapnya. (*)


*Reporter: Dian Febriani
melaporkan liputan verifikasi Bidik Misi