Sabrina, salah satu korban pemilih motor yang dirusak massa akibat bentrok mahasiswa di Kampus UNM Parangtambung, Senin (18/11). (Sofyan - Profesi) |
Mahasiswi Jurusan Bahasa Jerman ini mengatakan tidak menyadari motornya berada di tengah-tengah mahasiswa yang saling melempar batu. Bahkan, Sabrina yang sedang mengikuti proses perkuliahan, tidak mengetahui kalau mahasiswa sedang bentrok.
"Saya kuliah di lantai tiga, jadi saya tidak tahu kalau ada yang bentrok. Nanti baru ada kedengaran suara lemparan baru, baru saya tahu," ungkapnya.
Setelah menyadari hal itu, Sabrina pun mendapati kondisi motornya yang rusak parah setelah diamankan oleh beberapa polisi. Sabrina tidak dapat melakukan apa-apa kecuali melihat kondisi motornya sembari meneteskan air mata.
"Pas saya lihat ditempat ku parkir, itu motorku tidak bagus lagi kondisinya. Kenapa motorku juga jadi sasarannya kasihan," ungkapnya. (*)
*Dwi Pratiwi Aslam